top of page

QC Kain Sebelum Potong: 5 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Produksi Jalan

Kain datang dari supplier. Surat jalan sesuai. Berat cocok. Warna kelihatan oke.


Langsung tumpuk di gudang, besok mulai potong.


Terasa efisien. Dan memang begitulah kebanyakan konveksi bekerja — terutama yang sudah punya supplier langganan bertahun-tahun. Rasa percaya itu wajar. Tapi justru di kebiasaan itulah banyak masalah produksi bermula.


Kain yang kamu terima adalah kain seperti yang tertulis di surat jalan. Belum tentu kain seperti yang kamu butuhkan di meja potong.


Perbedaannya bisa kecil — gramasi meleset 10 GSM, lebar kain beda 2 cm, satu gulungan dari lot yang berbeda. Kecil di atas kertas, besar di lantai produksi.


QC sebelum potong bukan soal tidak percaya supplier. Ini soal memastikan kamu punya kontrol penuh atas proses sebelum biaya produksi mulai berjalan.


Kenapa QC Kain Sering Dilewati — dan Apa Risikonya

Bukan karena malas. Kebanyakan konveksi tidak tahu apa yang harus dicek — jadi tidak dicek sama sekali.


Masalahnya, saat kain sudah terpotong, pilihan kamu menyempit drastis. Kamu tidak bisa kembalikan kain yang sudah jadi potongan. Kamu tidak bisa klaim ke supplier kalau tidak punya dokumentasi kondisi kain sebelum proses dimulai.


Biaya kesalahan setelah potong selalu lebih besar dari biaya QC sebelum potong:

  • Potong dengan ukuran yang meleset karena lebar kain tidak konsisten → waste material

  • Jahit kain dari dua lot berbeda → produk jadi tidak seragam → komplain customer

  • Kirim kaos dari kain lembap yang tidak merata susutnya → ukuran berubah setelah dicuci → retur


Semua itu bisa dicegah dalam 15–20 menit sebelum produksi jalan.


5 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Kain Masuk Meja Potong

1. Kesesuaian Gramasi

Gramasi adalah berat kain per meter persegi, dinyatakan dalam GSM (gram per square meter). Ini yang menentukan ketebalan, drape, dan feel produk akhir — dan ini yang pertama kali dirasakan customer waktu pegang produk kamu.


Kain combed 30s 160 GSM dan 145 GSM terlihat hampir sama sebelum dijahit. Tapi hasilnya di tangan customer berbeda jauh.


Cara cek sederhana tanpa alat khusus:

  1. Potong sample 50 cm × 50 cm dari sudut gulungan.

  2. Timbang potongan itu — timbangan dapur biasa sudah cukup.

  3. Kalikan hasilnya dengan 4. Itu estimasi GSM kain kamu.


Contoh: potongan 50×50 cm beratnya 38 gram → 38 × 4 = 152 GSM.

Bandingkan dengan spesifikasi di surat jalan. Toleransi wajar sekitar ±5 GSM. Lebih dari itu, konfirmasi ke supplier sebelum lanjut.


2. Konsistensi Warna dan Lot

Sudah dibahas panjang di artikel sebelumnya, tapi poin ini terlalu penting untuk dilewati di checklist QC manapun.


Ambil potongan kecil dari minimal 3 gulungan berbeda dalam satu pengiriman. Jajarkan di bawah cahaya natural — bukan di bawah lampu neon gudang yang bisa menipu mata.


Kalau ada perbedaan warna yang terlihat, cek kode lot di label masing-masing gulungan. Lot berbeda = potensi masalah kalau dicampur dalam satu produksi.


Baca lebih lengkap: [Kain Beda Lot Bikin Retur — Ini Penyebab dan Cara Cegahnya]


3. Lebar Kain (Fabric Width)

Lebar kain menentukan berapa banyak pola yang bisa kamu susun per meter — dan langsung mempengaruhi efisiensi material dan biaya produksi.


Kain kaos rajut umumnya dijual dalam kondisi tubular (silinder) atau open width. Lebar bisa bervariasi antar gulungan, bahkan dalam satu gulungan yang sama.


Cara cek:

  1. Ukur lebar di tiga titik berbeda: ujung depan gulungan, tengah, dan ujung belakang.

  2. Catat dan bandingkan.

  3. Selisih lebih dari 2 cm di titik yang berbeda perlu dikonfirmasi ke supplier — karena pola yang kamu buat berdasarkan lebar tertentu bisa meleset kalau lebar aktualnya berbeda.


Kelihatan sepele, tapi perbedaan 3 cm pada lebar kain bisa mengubah yield per meter secara signifikan di produksi skala besar.


4. Cacat Fisik: Lubang, Noda, Benang Putus

Cacat fisik di kain rajut bisa muncul dalam beberapa bentuk: lubang kecil akibat benang putus saat proses rajut, noda minyak mesin, atau garis horizontal (barre) akibat tegangan rajut yang tidak konsisten.


Tidak semua cacat membuat seluruh gulungan tidak bisa dipakai — tapi kamu perlu tahu posisinya sebelum mulai potong, bukan setelah.


Cara cek:

  1. Buka minimal 2–3 meter dari ujung gulungan dan periksa di bawah cahaya yang cukup.

  2. Kalau ada cacat, tandai posisinya dengan kapur atau pin — tim potong bisa menghindari area itu saat layout pola.

  3. Cacat yang terlalu banyak atau terlalu besar → dokumentasi dan laporkan ke supplier sebelum proses berlanjut.


Catatan: cacat di ujung gulungan (1–2 meter pertama) cukup umum dan biasanya masih dalam toleransi wajar. Yang perlu diwaspadai adalah cacat yang muncul di tengah-tengah gulungan.


5. Kondisi Kain: Kelembapan dan Tanda Penyimpanan Buruk

Ini yang paling sering luput dari perhatian.

Kain yang disimpan di kondisi lembap atau terkena perubahan suhu ekstrem bisa mengalami susut yang tidak merata saat dicuci. Artinya, dua kaos dari gulungan yang sama bisa punya ukuran akhir yang berbeda setelah washing — meski dijahit dengan pola yang sama persis.


Yang perlu dicek:

  • Raba permukaan kain — terasa lembap atau dingin tidak wajar?

  • Cium — bau apek atau bau jamur adalah tanda penyimpanan bermasalah.

  • Cek kondisi plastik pembungkus — robek, basah, atau berjamur?

  • Lihat kondisi kardus atau karung — tanda bekas basah atau rembesan.


Kain yang terindikasi lembap sebaiknya diangin-anginkan dulu di ruangan kering sebelum masuk produksi — minimal 24 jam, lebih baik lagi 48 jam.


Berapa Lama QC Ini Butuh Waktu?

Kalau dilakukan dengan sistem, kelima pengecekan ini bisa selesai dalam 15–20 menit per pengiriman.


Bandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk handle satu kasus retur: negosiasi dengan customer, produksi ulang, pengiriman ulang, belum lagi kepercayaan yang harus dibangun kembali.


QC sebelum potong bukan pemborosan waktu. Ini investasi 20 menit untuk melindungi seluruh biaya produksi yang mengikutinya.


Kalau Kain Tidak Lolos QC, Apa yang Harus Dilakukan?

Jangan langsung tolak, dan jangan langsung terima begitu saja.

Langkah yang benar:

  1. Dokumentasikan temuan. Foto kondisi kain, catat nomor lot, nomor gulungan, dan jenis cacat yang ditemukan. Ini bukti yang kamu butuhkan untuk klaim yang valid.

  2. Hubungi supplier dengan data yang jelas. Bukan keluhan verbal — tapi laporan dengan foto dan detail spesifik. "Gulungan no. 3 dan 7 beda lot, beda warna terlihat di bawah cahaya natural" jauh lebih bisa ditindaklanjuti dibanding "kainnya beda-beda".

  3. Tunggu klarifikasi sebelum lanjut. Jangan potong sambil menunggu konfirmasi. Sekali kain dipotong, klaim material hampir tidak mungkin diproses.


Supplier yang profesional akan merespons laporan seperti ini dengan serius — karena mereka juga berkepentingan menjaga reputasi konsistensi kualitasnya.


Satu Perspektif yang Perlu Diubah

QC sebelum potong bukan bentuk ketidakpercayaan kepada supplier.


Justru sebaliknya: supplier yang bagus senang kalau pembelinya melakukan QC, karena itu berarti standar sudah jelas dari dua arah. Tidak ada ruang untuk interpretasi yang berbeda.


Kalau ada masalah, langsung bisa dideteksi dan ditangani sebelum kerugian meluas.

Relasi supplier–pembeli yang sehat bukan yang serba percaya tanpa verifikasi. Ini yang saling menjaga standar bersama.


Intinya

Lima pengecekan ini tidak butuh alat mahal, tidak butuh keahlian khusus, dan tidak butuh waktu lama. Yang dibutuhkan cuma kebiasaan — dan kebiasaan itu dimulai dari pengiriman berikutnya.


Kain yang lolos kelima pengecekan ini adalah kain yang siap potong. Kain yang belum dicek adalah variabel yang belum kamu kontrol.


Dan di produksi, semakin sedikit variabel yang tidak terkontrol, semakin besar kemungkinan hasilnya sesuai yang kamu rencanakan.


Supplier kamu harusnya bisa bantu kamu lolos QC — bukan bikin kamu harus QC ulang terus. Kalau mau tahu standar QC yang IJT terapkan sebelum kain dikirim, tanya langsung ke tim kami.


Hubungi CS 24 jam kami di WA 0812 9090 2360 atau hubungi admin toko di jam kerja (Senin - Jumat 09.00 - 17.00 dan Sabtu 09.00 - 17.00, Minggu libur) di WA 0812 1234 2360


Artikel terkait:

 
 
 

Komentar


bottom of page