top of page
All Posts


Combed 30s, 24s, atau 20s? Ini Cara Memilih yang Tepat untuk Produksimu
Hampir setiap pembeli baru yang datang ke supplier kain punya pertanyaan yang sama: "Mau combed yang bagus." Dan pertanyaan balik yang selalu muncul dari sisi supplier adalah: bagus untuk apa? Untuk kaos polos premium yang dijual Rp150 ribu ke atas? Untuk seragam event 500 pcs dengan budget ketat? Untuk baju anak yang harus tahan dicuci berkali-kali? Masing-masing punya jawaban yang berbeda — dan jawabannya bukan selalu "pilih yang paling mahal". Angka 20s, 24s, dan 30s bukan
Sales Intan Jaya Tekstil
3 jam yang lalu4 menit membaca


Hitung Kebutuhan Kain Kaos per Lusin: Rumus yang Dipakai di Produksi Nyata
Salah satu pertanyaan yang paling sering masuk ke supplier kain — termasuk ke kami di IJT — adalah ini: "Untuk produksi 1 lusin kaos ukuran M, butuh berapa kilo kain?" Pertanyaan sederhana. Tapi jawabannya tidak sesederhana itu. Banyak pelaku konveksi dan garment UMKM yang menghitung kebutuhan kain berdasarkan perkiraan — atau berdasarkan "pengalaman dulu". Hasilnya: ada yang kelebihan stok kain yang tidak terpakai, ada yang kurang di tengah produksi dan harus order tambahan
Sales Intan Jaya Tekstil
3 hari yang lalu4 menit membaca


QC Kain Sebelum Potong: 5 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Produksi Jalan
Kain datang dari supplier. Surat jalan sesuai. Berat cocok. Warna kelihatan oke. Langsung tumpuk di gudang, besok mulai potong. Terasa efisien. Dan memang begitulah kebanyakan konveksi bekerja — terutama yang sudah punya supplier langganan bertahun-tahun. Rasa percaya itu wajar. Tapi justru di kebiasaan itulah banyak masalah produksi bermula. Kain yang kamu terima adalah kain seperti yang tertulis di surat jalan. Belum tentu kain seperti yang kamu butuhkan di meja potong. Per
Sales Intan Jaya Tekstil
14 Jun5 menit membaca


Kain Beda Lot Bikin Retur — Ini Penyebab dan Cara Cegahnya
Produksi 300 pcs selesai. Jahit rapi, sablon beres, packing tinggal jalan. Tapi waktu tim kamu gelar semua kaos di lantai untuk pengecekan akhir, ada yang aneh. Sekitar 80 pcs warnanya sedikit lebih muda — tidak mencolok kalau dilihat satu per satu, tapi jelas banget kalau dijajarkan. Kamu telepon supplier. Mereka bilang kainnya sama semua, combed 30s, warna navy. Tidak ada yang salah dari sisi mereka. Customer terima barang. Dua hari kemudian WA masuk: "Mas, kenapa warnanya
Sales Intan Jaya Tekstil
29 Mei4 menit membaca


Kenapa Hasil Kaos Bisa Berbeda Padahal Pakai Bahan yang Sama? Ini Penyebab Aslinya
Pernah ngalamin ini? Beli bahan dari supplier yang sama Jenis sama (misalnya 30s combed) Gramasi sama Tapi… Hasil kaos jadi beda. Ada yang: Lebih enak dipakai Lebih jatuh Atau malah terasa lebih kasar 👉 Pertanyaannya: Kalau bahannya sama… kenapa hasilnya beda? Jawabannya simpel, tapi sering diabaikan: Karena hasil akhir kaos tidak hanya ditentukan oleh bahan. 🧠 Mindset yang Harus Diubah Banyak orang berpikir: “Kalau bahan bagus → hasil pasti bagus” Padahal realita di lapang
Sales Intan Jaya Tekstil
14 Mei2 menit membaca


Berapa Banyak Kain untuk 1 Kaos? Cara Hitung Real (Biar Nggak Boncos di Produksi)
Banyak orang sudah tahu cara hitung kebutuhan kain. Tapi anehnya… Tetap sering kurang. Atau malah sisa terlalu banyak. Kenapa? Karena yang dipakai:👉 hitungan teori, bukan kondisi real produksi Dan di dunia konveksi, selisih kecil: 3% 5% 👉 bisa jadi jutaan rupiah hilang 🧠 Kenapa Hitungan Kain Sering Meleset? Karena kebanyakan orang cuma pakai rumus sederhana: “1 kaos = sekian meter atau sekian kilo” Padahal realnya, banyak faktor: Lebar kain Pola cutting (marker) Size (S, M
Sales Intan Jaya Tekstil
11 Mei3 menit membaca


Perbedaan Cotton Combed 20s, 24s, dan 30s: Mana yang Paling Cocok untuk Kaos Anda?
Banyak pembeli kain atau pelaku konveksi sering bertanya: “Lebih bagus 20s, 24s, atau 30s?” Jawaban singkatnya: ❌ Tidak ada yang paling bagus ✅ Yang ada: paling cocok untuk kebutuhan Anda Kalau salah pilih: harga bisa tidak kompetitif produk tidak sesuai target market customer tidak puas Apa Itu “s” pada Cotton Combed? Angka seperti 20s, 24s, 30s menunjukkan: ketebalan benang (yarn count) 👉 Semakin besar angkanya: benang semakin halus kain semakin tipis Perbandingan Utama Je
Sales Intan Jaya Tekstil
26 Apr2 menit membaca


Perbedaan Gramasi (GSM) vs Ketebalan Kain: Jangan Sampai Salah Paham
Banyak orang mengira: ❌ kain dengan gramasi tinggi pasti lebih tebal ❌ kain tipis berarti gramasinya rendah Padahal, dalam industri tekstil: ⚠️ gramasi dan ketebalan adalah dua hal yang berbeda Kesalahan memahami ini sering membuat: salah pilih bahan salah positioning produk salah persepsi kualitas Apa Itu Gramasi (GSM)? Gramasi adalah: berat kain dalam gram per meter persegi 👉 Contoh: 150 gsm → lebih ringan 180 gsm → lebih berat Gramasi hanya mengukur berat, bukan tampilan
Sales Intan Jaya Tekstil
25 Apr2 menit membaca


Cara Memilih Bahan Kaos yang Tepat Sesuai Target Market
Memilih bahan kaos bukan sekadar soal nyaman atau tidak. Dalam praktik bisnis konveksi, pemilihan bahan sangat menentukan: harga jual produk positioning brand kepuasan pelanggan repeat order Masalahnya, banyak pelaku usaha memilih bahan hanya berdasarkan harga termurah , tanpa mempertimbangkan siapa target market mereka. Akibatnya, produk sering tidak sesuai ekspektasi pasar. Kenapa Pemilihan Bahan Harus Berdasarkan Target Market? Setiap segmen pasar memiliki ekspektasi yang
Sales Intan Jaya Tekstil
12 Apr3 menit membaca


Apa Itu Gramasi Kain (GSM)?
Dalam dunia konveksi, istilah gramasi kain atau sering disebut GSM (grams per square meter) adalah salah satu faktor penting yang menentukan kualitas dan karakter kain. Namun, masih banyak pelaku usaha yang belum benar-benar memahami: "apa itu gramasi, dan bagaimana pengaruhnya terhadap hasil akhir kaos?" Kesalahan dalam memahami gramasi bisa berujung pada produk yang tidak sesuai ekspektasi—baik dari segi kenyamanan, tampilan, maupun harga jual. Apa Itu Gramasi Kain (GSM)?
Sales Intan Jaya Tekstil
2 Apr2 menit membaca


Perbedaan Cotton Combed vs Carded
Dalam industri konveksi, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: "apa sebenarnya perbedaan cotton combed dan cotton carded?" Sekilas kedua bahan ini terlihat mirip karena sama-sama terbuat dari serat kapas. Namun dalam praktiknya, perbedaan antara keduanya cukup signifikan dan akan mempengaruhi: kenyamanan pemakaian tampilan produk harga jual positioning brand Memahami perbedaan ini sangat penting, terutama bagi pelaku usaha konveksi yang ingin menent
Sales Intan Jaya Tekstil
26 Mar3 menit membaca


Jenis-Jenis Bahan Kaos yang Paling Sering Digunakan di Industri Garment
Dalam industri konveksi dan clothing, pemilihan bahan kaos merupakan salah satu faktor paling penting yang menentukan kualitas produk akhir. Banyak pelaku usaha, terutama yang baru memulai, sering bertanya: sebenarnya bahan kaos apa saja yang umum digunakan, dan mana yang paling cocok untuk kebutuhan produksi? Setiap jenis kain memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari kenyamanan, daya tahan, hingga harga. Karena itu, memahami jenis-jenis bahan kaos akan membantu Anda m
Sales Intan Jaya Tekstil
19 Mar4 menit membaca


Cara Menghitung Kebutuhan Kain untuk Produksi Kaos
Bagi pelaku usaha konveksi, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: berapa banyak kain yang dibutuhkan untuk memproduksi sejumlah kaos? Perhitungan ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan beberapa hal utama dalam produksi, seperti estimasi biaya produksi, perhitungan harga jual, dan efisiensi penggunaan bahan. Jika perhitungan kebutuhan kain tidak tepat, biasanya terjadi dua masalah. Pertama, kain menjadi kurang sehingga produksi terhambat. Kedua
Sales Intan Jaya Tekstil
19 Mar3 menit membaca


Apa bedanya Hitam Reaktif, Hitam Sulfur dan Hitam Bali?
Warna hitam menjadi pilihan utama dalam dunia fashion dan konveksi karena sifatnya yang netral dan mudah dipadukan. Namun, tidak semua warna hitam sama. Di Intan Jaya Tekstil, khususnya pada produk 24s combed, terdapat tiga jenis warna hitam yang sering digunakan: hitam reaktif, hitam Bali, dan hitam sulfur. Masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang penting diketahui oleh pelaku bisnis fashion, konveksi, dan brand fashion agar dapat memilih warna yan
Steven Sastra
25 Feb4 menit membaca


Kenapa Berat Kain Berkurang Setelah Celup / Dyeing?
Pemahaman istilah berat bruto dan netto pada industry tekstil.

Intan Jaya Tekstil
14 Jul 20243 menit membaca
bottom of page